#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Provinsi Banten Juara Umum MTQN ke-26

Minggu, 07 Agustus 2016
Mataram (Pinmas) --Provinsi Banten akhirnya berhasil keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Banten selanjutnya berhak membawa pulang piala bergilir Presiden RI yang diserahkan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Gubernur Banten Rano Karno di Arena Utama MTQ Islamic Center Kota Mataram, Sabtu (6/8).
Peringkat dua diraih provinsi DKI Jakarta,peringkat ketiga diraih Provinsi Riau, dan tuan rumah NTB meraih peringkat keempat. Keputusan hasil MTQ dibacakan Ketua Dewan Hakim Said Agil al-Munawwar. Sebagai juara umum Provinsi Banten berhasil meraih juara di 6 golongan lomba yaitu golongan Tartil anak-anak putera, Qiraat Sabah Puteri, Hifdzil Quran 20 juz putera, Tafsir Bahasa Arab putera, Tafsir Bahasa Indonesia putera, dan Syarhil Quran.Peringkat Kedua Provinsi DKI Jakarta, lalu Kepulauan Riau 4 golongan, dan tuan rumah Provinsi Nusa Tenggara Barat meraih juara di 4 golongan.
Provinsi Jawa Tengah menempati posisi lima dengan raihan kemenagan di 4 golongan, lalu Riau 3 golongan, Sumatera Barat 2 golongan, dan Aceh 2 golongan. Berada di urutan selanjutnya beberapa provinsi yang menjuarai 1 golongan, yaitu: Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, NTT, Sulawesi Barat, Sematera Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengatakan bahwa MTQN XXVI di Kota Mataram ini sebagai even besar dengan semangat perubahan. Berbagai terobosan berhasil diterapkan, didukung SDM yang cukup.
"Karena itulah, MTQN XXVI adalah awal memperkuat syiar Islam di bumi Nusantara," ujar Menag.
"Saya ingin menyampaikan salam hangat kepada seluruh peserta MTQ yang berasal dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Saya ucapkan selamat dan sukses kepada para juara dalam berbagai cabang musabaqah. Saya berharap, nilai-nilai silaturahim dan rasa kebersamaan antar-kafilah di arena MTQ tidak dikalahkan oleh semangat berkompetisi untuk menjadi juara. Salam hormat untuk para Dewan Hakim yang bertugas hingga dinihari tanpa mengenal lelah meski usia sudah menua. Semoga dedikasi para senior ini menjadi teladan bagi kita semua," ujar Menag.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH Zainul Majdi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTB yang telah berpartisipasi mensukseskan event akbar ini.
Sebagai tuan rumah, ujar Gubernur, masyarakat NTB telah menunjukkan keramahan dan partisipasi yang tinggi, ujar Gubernur yang juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh perangkat kepanitiaan dari seluruh elemen yang tak kenal lelah melayani dan mensukseskan jalannya MTQ.
"MTQ telah menumbuhkan gairah mencintai Al-Quran kita. Karena itulah saya bangga kepada seluruh masyarakat NTB yang berjibaku mensukseskan MTQN XXVI. Kemeriahan MTQN XXVI akan membekas di hati masyarakat NTB," imbuhnya.
MTQ Nasional ke-26 ditutup resmi oleh Menag, hadir dalam penutupan tersebut Wakil Ketua DPR A Farouk, Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Sumatera Utara Tengku Ery Nuradi, Dirjen Bimas Islam Machasin, Kakanwil seluruh Indonesia, Bupati se-provinsi NTB dan ribuan masyarakat yang memadati arena MTQ dan sekitarnya. (arief/dm/dm).
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Provinsi Banten Juara Umum MTQN ke-26
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/provinsi-banten-juara-umum-mtqn-ke-26.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)