#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

LAPORAN PELAKSANAAN QURBAN DARI BERBAGAI KECAMATAN DI SBT

Kamis, 15 September 2016
Bula, Perayaan Hari Raya Idul Adha 1437 H./2016 M. telah berlalu tiga hari yang lalu, namun sampai hari ketiga dari hari tasyrik (3 hari pasca lebaran) masih ada yang beberapa lokasi yang melaksanakan pemotongan hewan qurban. Berikut kami rangkumkan liputan pelaksanaan qurban dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Untuk kecamatan Bula, pemotongan hewan qurban tersebar di beberapa masjid diantaranya Masjid Agung Al Ikhwan Bula 25 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Mengingat banyakya hewan qurban di masjid kebanggaan masyarakat SBT ini, maka pemotongannya dilaksanakan secara bertahap sampai hari kedua dari hari Tasyrik yakni Rabu (14/9) atau tanggal 12 Dhulhijjah.  Sementara di masjid Al Muhajirin Timbul Tenggelam 8 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Masjid Al Hijrah kampung jawab terdiri 2 ekor sapid an 3 ekor kambing. Masjid Tansi Ambon 2 ekor sapi an 2 ekor kambing serta Masjid Al Muttaqin Rumahtiga 1 ekor sapid an 2 ekor kambing.
Pemotongan hewan qurban juga dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Anshar Nama Timur Bula sebanyak 11 ekor sapi dan 4 ekor kambing hasil sumbangan kurban dari karyawan Citic Seram Energy Limited yang terbagi dalam 11 kelompok (7 orang/ekor). Salah seorang karyawan Citic Bapak Atmal Riyadi saat ditemui pada waktu pelaksanaan pemotongan qurban menyatakan rasa terima kasihnya kepada pihak pesantren yang telah melaksanakan pemotongan qurban dan menyalurkannya kepada pihak yang berhak menerimanya. Atmal menambahkan bahwa keterbatasan waktu yang dimiliki para karyawan Citic sangat terbatas sehingga distribusi hewan qurban ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak pesantren. Sementara itu pihak pesantren Al Anshar yang diwakili Ustad Zulfikar S. Kom menyatakan bahwa dari 11 ekor sapi tersebut, 2 ekornya diperuntukkan untuk para santri muallaf dan yatim di pesantren dan sisanya akan didistribusikan ke desa- desa muallaf diantara Salas, Dawang dan Solang.
Dari kecamatan Bula Barat dilaporkan pelaksanaan pemotongan qurban tersebar di beberapa desa trans diantaranya Banggoi , Jakarta Baru sampai Waimatakabu sejumlah 10 ekor sapi. Antusias ummat Islam untuk melakukan ibadah qurban juga nampak di Kecamatan Tutuk Tolu sebanyak 4 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang  pemotongannya berpusat di Negeri Kilbat dan Negeri Administratif Kleiser.
Sementara itu dari Kecamatan Seram Timur , pemotongan hewan qurban berlangsung di masjid Kampung Baru dan Masjid Jamik Geser masing-masing 2 ekor sapi  dan 2 ekor kambing serta di Masjid Nurul Islam Negeri Administratif Namalomin 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing.
Hal serupa juga dilaporkan dari Kecamatan Pulau Gorom bahwa pelaksanaan qurban tahun ini hampir merata di beberapa desa dari Negeri Kataloka sampai Negeri Namalean dengan 1 ekor sapi dan 1-2 ekor kambing.

Hal yang menggembirakan bagi masyarakat SBT adalah adanya sumbangan hewan qurban dari lembaga non pemerintah (NGO) ACT (Aksi Cepat Tanggap) sebanyak 100 ekor sapi yang disebar ke beberapa pelosok desa yang ada di SBT dan pemotongannya masih berlangsung sampai hari terakhir dari hari tasyrik (13 Dzulhijjah) Kamis (15/9). Alhamdulillah, semoga Allah membalas segala kebaikan para muhsinin yang berkurban tahun ini. Taqobbalallahu minna wa minkum. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: LAPORAN PELAKSANAAN QURBAN DARI BERBAGAI KECAMATAN DI SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/09/laporan-pelaksanaan-qurban-dari.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)