#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Pisah Sambut Kepala KanKemenag SBT Penuh Haru

Kamis, 13 Oktober 2016
Bula, - Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kamis siang (13/10) diselenggarakan acara perpisahan dengan Kepala Kantor, Drs. H. Ismail Rumfot, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai kantor, guru madrasah dan staf KUA tanpa terkecuali. Ruangan aula serasa sesak oleh kehadiran pegawai Kementerian Agama yang ingin melepas Pak Ismail Rumfot yang mengemban tugas baru sebagai kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kepulauan Aru.
Acara ini dirangkaikan dengan penyerahan tanda penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada lima belas orang pegawai dengan masa kerja 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. diselingi juga dengan penyerahan Kartu Pintar kepada siswa Madrasah yang diwakili Kepala Madrasah masing-masing. Acara yang berlangsung hikmat ini diliputi suasana haru yang mendalam.
"Saya berharap sepeninggal saya, kinerja kementerian Agama Kabupaten SBT bisa lebih baik lagi. Karena itu bersama pimpinan baru sempurnakanlah kekurangan yang masih terdapat disana-sini saat saya memimpin saudara-saudara". Imbuh Pak Is (sapaan akrab beliau) ketika memberikan motivasi. " Maafkan jika selama ini saya berbuat khilaf dan salah. Doakan saya dan ibu tiba ditempat tugas baru dengan selamat dan menjalankan tugas dengan sebaiknya". Tutup Pak Ismail yang membuat suasana kian hening.
Diakhir acara dilakukan penyerahan kenang-kenangan kepada Bapak Drs. H. Ismail Rumfot dan istri serta kepada Usman Suin, S.Ag dan istri. Sesi foto bersama menjadi penutup acara dengan keceriaan semua pegawai Kementerian Agama Kabupaten SBT. (supran)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Pisah Sambut Kepala KanKemenag SBT Penuh Haru
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/10/pisah-sambut-kepala-kankemenag-sbt.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)