#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kunjugan Kerja Perdana Kepala KUA Bula Di Negeri Waru

Kamis, 27 Oktober 2016
Bula, - Mengawali tugas perdananya sebagai Kepala kantor Urusan Agama Kecamatan Bula, Anwar Tuhuteru S.Ag melakukan kunjungan kerja dan silaturahim dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Negeri Waru Kecamatan Teluk Waru pada Rabu kemarin (26/10). Dalam kunjungannya tersebut Kepala KUA Bula juga melakukan pembinaan masalah pernikahan,pengurusan buku nikah, zakat dan wakaf yang menjadi potensi produktif bagi kesejahteraan ummat Islam serta berbagai persoalan keagamaan lainnya. Dalam kesempatan itu juga Anwar Tuhuteru memperkenalkan seluruh staf yang mendampinginya yakni Ibu Rabiah S.HI, Mukhlis Weulartafella S.HI dan Jahra Pattiekon di hadapan masyarakat yang hadir.
"Kedatangan saya beserta staf ini dalam rangka silaturrahim dengan masyarakat di Kecamatan Teluk Waru ini yang sampai saat ini masih menjadi wilayah kerja KUA Kecamatan Bula. Kami juga ingin mensosialisasikan beberapa permasalahan tentang pengurusan buku nikah, zakat dan wakaf sehingga ada kesamaan pemahaman di tengah masyarakat terhadap beberapa aturan baru yang telah ditetapkan oleh pemerintah" ungkap Kepala KUA Bula yang biasa disapa Pak Anto ini . Kepala KUA Bula Anwar Tuhuteru S.Ag sebelumnya  pernah menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Seram Timur  dan kini bertugas di Bula menggantikan Kepala KUA Bula Kamaruddin Kelsaba S.Ag yang telah dipindah tugaskan sebagai Kepala KUA Kecamatan Seram Timur.
Sementara itu seorang tokoh pemuda Negeri Waru Sidik Rumalutur yang juga guru SMP Negeri Waru mengungkapkan kegembiraannya tas kedatangan Kepala KUA beserta stafnya sehingga masyarakat Negeri Waru bisa lebih mengenal secara dekat dan bisa menyampaikan berbagai persoalan keummatan yang terjadi. "Selama ini kami terkendala jarak dan waktu untuk bisa berkonsultasi langsung dengan pihak KUA Bula maupun Kementerian Agama kabupaten, tapi Alhamdulillah saat ini kami justru didatangi langsung oleh Kepala KUA Bula untuk silaturrahim dan memberikan pembinaan kepada kami disini". ungkapnya.
Sesaat setelah pertemuan dengan masyarakat Negeri Waru, para staf KUA Bula yang dikoordinir oleh Muhlis Weulartafella S.HI melakukan pendataan tanah wakaf yang ada di Waru dan Belis. Pendataan ini sangat diperlukan sebagai langkah untuk dilakukan proses sertifikasi terhadap tanh wakaf tersebut lewat program PRONA di tahun yang akan datang. (mukmin)

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kunjugan Kerja Perdana Kepala KUA Bula Di Negeri Waru
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/10/kunjugan-kerja-perdana-kepala-kua-bula.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)