#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Alhamdulillah, Drs. H. Umar Rengifuryaan Akhirnya Tiba Di Bula

Senin, 07 November 2016
Bula, Setelah beberapa minggu para ASN Kantor Kemenag Kabupaten Seram Bagian Timur menanti kedatangan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, Alhamdulillah akhirnya Drs. H. Umar Rengifuryaan beserta istrinya tiba di Kota Bula dengan selamat. Kedatangan Kepala Kemenag SBT tersebut disambut langsung dengan ditandai pengalungan bunga oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag SBT Moksen Mahu S.Ag di bandara Kufar Tutuk Tolu SBT pada hari Ahad kemarin (6/11).

Dalam penjemputan tersebut, selain Kasubag Tata Usaha hadir pula para pejabat eselon IV lainnya yang ada di lingkup Kantor Kemenag SBT diantaranya Kepala Seksi Bimas Islam Basri Rumatiga S.Ag, Kepala Penyelenggara Bimas Kristen Frederik Walaeruno serta Kepala Penyelenggara Bimas Hindu Herwanto S.Sos.H. serta Kepala MTs. Negeri Bula Hadijah Wailisahalong S.Ag dan Kepala MAN Bula Mutia Khow M.Sc. yang kebetulan satu pesawat dengan Kepala Kantor Kemenag SBT sejak dari Bandara Internasional Pattimura Laha Ambon.


Selama dalam perjalanan dari Bandara Kufar Tutuk Tolu SBT menuju Bula pimpinan para ASN Kementerian Agama SBT yang baru menginjakkan kakinya di Kabupaten yang bertajuk Bumi Ita Wotu Nusa ini mendapat penjelasan tentang situasi geografis dan masyarakat SBT dari Kasubag TU Moksen Mahu S.Ag. Sementara itu Ibu Salma Rengfuryaan yang mendampingi dengan setia suami tercintanya di tempat tugas barunya menyatakan rasa takjubnya melihat pemandangan hutan yang alami sejak dari Bandara Kufar. "Saya kagum sekali dengan pemandangan di sini, ini pengalaman kami pertama kali menginjakkan kaki di tanah besar seram (Pulau Seram), semoga keindahan pemandangan ini juga sebagai cerminan pribadi masyarakat SBT yang akan menjadi lahan pengabdian Bapak nantinya" tuturnya.
Dan hari ini Senin (7/11) Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Umar Rengifuryaan setelah registrasi absensi finger print, langsung mengadakan pertemuan perdana dengan para ASN Kantor Kemenag SBT. Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula kebanggaan ASN Kantor Kemenag SBT ini, hadir pula para Kepala Madrasaah dan guru madrasah yang ada di Bula serta Kepala KUA Anwar Tuhuteru S.Ag beserta stafnya. Sebagai ajang silaturrahim perdana dengan para ASN, H. Umar Rengifuryaan menyampaikan permohonan maafnya atas keterlambatan dirinya di tempat tugas baru ini sejak pelatikannya menggantikan Drs. H. Ismail Rumfot sebagai Kepala Kantor Kemenag SBT. "Mengingat persoalan teknis perpindahan saya serta keluarga ke Bula ini serta adanya kegiatan Pelatihan Barjas kemarin di Kanwil Kemenag Provinsi Maluku kemarin akhirnya saya beserta ibu baru hari ini bisa berada di tengah tengah bapak ibu sekalian. Untuk itu saya pribadi serta keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya". Dalam arahan perdananya ini, Kepala Kemenag SBT juga mengharapkan para ASN yang ada di lingkup Kemenag SBT baik yang di Kantor , Madrasah atau KUA hendaknya menjaga citra kementerian dengan baik dan bisa memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat. "Pada hakekatnya orang tenggara dengan orang seram adalah satu rumpun. maka kehadiran saya jangan dianggap asing dan kamipun sekeluarga tidak merasa asing berada di tengah masyarakat SBT. Mari kita abdikan diri majukan negeri" ungkapnya yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para ASN Kemenag SBT.
Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag SBT Moksen Mahu dalam sambutannya memaparkan kondisi terkini Kantor Kementerian Agama SBT dari sisi infrastruktur dan jumlah personil ASN serta memperkenalkan para pejabat eselon IV yang hadir dalam pertemuan tersebut. Moksen Mahu juga mengingatkan para ASN untuk mendukung sepenuhnya kepemimpinan Drs.H. Umar Rengifuryaan. "Kita harus tunjukkan loyalitas kita kepada atasan dalam bentuk peningkatan kinerja yang lebih baik" harapnya.
Sesaat setelah pertemuan perdana tersebut, Kepala Kantor Kemenag SBT didaulat untuk foto bersama oleh para ASN Kemenag SBT. Selamat datang di bumi Ita Wotu Nusa.Abdikan Diri Majukan Negeri (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Alhamdulillah, Drs. H. Umar Rengifuryaan Akhirnya Tiba Di Bula
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/11/alhamdulillah-drs-h-umar-rengifuryaan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)