#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS Di KanKemenag SBT Hari Ini Dimulai

Senin, 24 Oktober 2016
Bula, Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga penyuluh Agama Islam yang berkualitas di lapangan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai hari ini Senin (24/10/2016) membuka pendaftaran rekrutmen penyuluh Agama Islam non PNS yang akan ditempatkan di beberapa wilayah kecamatan yang ada di SBT. Rekrutmen yang berlangsung serentak di tanah air ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Nomor 1350/KW.25.05/3/BA.01/10/2016 tanggala 18 Oktober 2016 serta Surat Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nomor : B.2262/Dj.III.II/Kp.07.5/09/2016 perihal Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS.
Rekrutmen penyuluh Agama Islam Non PNS ini secara nasional akan melalui beberapa tahapan dari sosialisasi rekrutmen ke seluruh propinsi, pengumuman pembukaan penerimaan calon penyuluh Agama Islam non PNS, pendaftaran, seleksi berkas, tes tulis, tes wawancara serta pengumuman kelulusan sampai penerbitan SK Pengangkatan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag SBT Moksen Mahu S.Ag menyatakan bahwa berdasarkan juknis yang ada rekrutmen ini dilaksanakan sebagai bentuk rasionalisasi antara jumlah ummat Islam dengan jumlah tenaga penyuluh Agama Islam Non PNS. Sesuai yang disepakati Bappenas jumlah PAI Non PNS secara nasional idealnya 45.000 orang, dan jika dibagi dengan jumlah KUA secara nasional yakni 5.494 KUA maka kuota per KUA adalah 8 orang tenaga PAI Non PNS dengan masih ada selisih 1.048 orang yang akan dibagi rata ke 34 propinsi se Indonesia dengan prioritas daerah  3T (Terdepan,Terluar,Tertinggal). “Saya harapkan kepada pihak panitia rekrutmen tenaga Penyuluh Agama Islam Non PNS ini betul-betul bekerja dengan profesional sehingga rekrutmen berjalan dengan baik,berkualitas dan tepat sasaran” pesan Moksen Mahu saat memberikan briefing kepada panitia sebelum melakukan tugasnya.
Rekrutmen penyuluh Agama Islam Non PNS yang berlangsung serentak dan terbuka ini dimulai sejak hari ini Senin tanggal 24  sampai 28 Oktober 2016. Dari pantauan di lapangan , sejumlah calon pendaftar tenaga PAI Non PNS 2016 mulai memadati pelataran Kantor Kemenag SBT.(Mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS Di KanKemenag SBT Hari Ini Dimulai
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/10/rekrutmen-penyuluh-agama-islam-non-pns.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)