#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

105 Orang Ikuti Test Rekrutmen PAH Non PNS di Kemenag SBT

Minggu, 20 November 2016
Bula, Untuk memenuhi kebutuhan tenaga penyuluh Agama Islam yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur , Kantor Kementerian Agama SBT melaksanakan rekrutmen tenaga Penyuluh Agama Islam Honorer (PAH) Non PNS. Rekrutmen yang berlangsung serentak di tanah air ini dilaksanakan berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Nomor 1350/KW.25.05/3/BA.01/10/2016 tanggal 18 Oktober 2016 serta Surat Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nomor : B.2262/Dj.III.II/Kp.07.5/09/2016 perihal Rekrutmen Penyuluh Agama Islam Non PNS.
Rekrutmen penyuluh Agama Islam Non PNS ini secara nasional akan melalui beberapa tahapan dari sosialisasi rekrutmen ke seluruh propinsi, pengumuman pembukaan penerimaan calon penyuluh Agama Islam non PNS, pendaftaran, seleksi berkas, tes tulis, tes wawancara serta pengumuman kelulusan sampai penerbitan SK Pengangkatan Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS. Setelah melalui tahapan seleksi berkas, dari 113 pendaftar awal yang dinyatakan lolos untuk mengikuti tes tulis sebanyak 110 orang.
Dan hari ini Minggu (20/11) tahapan tes tulis rekrutmen PAI dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.  Demikian pula halnya di Kabupaten Seram Bagian Timur, sebanyak 110 yang dinyatakan lolos berkas mengikuti test tulis yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Bula. Dari 110 peserta tersebut terdapat 5 peserta yang tidak hadir saat tes berlangsung sehingga secara otomotis dinyatakan gugur atau mengundurkan diri dari kepesertaannya sebagai peserta tes.
Tes tulis yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Umar Rengifuryaan ini dihadiri juga Kepala Sub Bagian Tata Usaha Moksen Mahu S.Ag serta para pejabat eselon IV lainnya. Dalam sambutannya Kepala kemenag SBT menyatakan di hadapan para peserta tes bahwa rekrutmen ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga penyuluh Agama Islam yang masih minim di tengah masyarakat. "Alhamdulillah Kemeneterian Agama dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimas Islam membuat terobosan melalui rekrutmen ini walaupun masih bersifat kontrak kerja dengan peserta yang nantinya dinyatakan lolos. Untuk itu saya berharap tes tulis ini bisa diikuti dengan baik dan bisa menghasilkan hasil yang diharapkan oleh semua pihak" Dalam kesempatan itu juga Kepala Kemenag SBT menegaskan bahwa rekrutmen ini jangan diasumsikan bahwa nantinya para peserta yang dinyatakan lolos sebagai tenaga PAI akan diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) . " Jangan ada yang berasumsi demikian, karena sesuai juknis dari pusat rekrutmen ini bersifat kontrak atau non PNS. Sehingga kalau ada info yang tidak ada dasar hukumnya terkait masalah ini hendaknya diabaikan saja"tegas mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aru ini.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag SBT Moksen Mahu S.Ag yang menyatakan bahwa berdasarkan juknis yang ada rekrutmen ini dilaksanakan sebagai bentuk rasionalisasi antara jumlah ummat Islam dengan jumlah tenaga penyuluh Agama Islam Non PNS. Sesuai yang disepakati Bappenas jumlah PAI (isitlah barunya PAH) Non PNS secara nasional idealnya 45.000 orang, dan jika dibagi dengan jumlah Kantor Urusan Agama (KUA) secara nasional yakni 5.494 KUA maka kuota per KUA adalah 8 orang tenaga PAI Non PNS dengan masih ada selisih 1.048 orang yang akan dibagi rata ke 34 propinsi se Indonesia dengan prioritas daerah 3T (Terdepan,Terluar,Tertinggal). Saya harapkan kepada pihak panitia rekrutmen tenaga Penyuluh Agama Islam Non PNS ini betul-betul bekerja dengan profesional sehingga rekrutmen berjalan dengan baik,berkualitas dan tepat sasaran pesan Moksen Mahu saat dikonfirmasi masalah rekrutmen ini.
Sementara itu penanggung jawab tehnis pelaksanaan tes ini Muran Sukunwatan S.HI yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Seksi Bimas Islam saat dimintai keterangannya menyatakan bahwa test tulis ini masih merupakan  salah satu tahapan dari tahap tahap selanjutnya sampai tahap terakhir ditetapkannya tenaga PAH dengan sebuah surat keputusan. "Setelah ini akan dilanjutkan lagi dengan tes wawancara dan praktikum ibadah bagi peserta yang dinyatakan lolos , untuk itu semua peserta hendaknya tetap standby di Kota Bula sambil menunggu pengumuman kelulusan tes tulis" ujarnya sambil menuju mobil pribadinya.
Hasil tes tulis Rekrutmen penyuluh Agama Islam Honorer (PAH) Non PNS akan diumumkan dalam waktu dekat untuk selanjutnya dilaksankan tes wawancara. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 105 Orang Ikuti Test Rekrutmen PAH Non PNS di Kemenag SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/11/105-orang-ikuti-test-rekrutmen-pah-non.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

Arief Lukman mengatakan...

untuk pengumuman hasil test tulis daerah Ciamis apa sudah ada?
sebelumya kemarin hasil kelulusan di serahkan kepada KUA setempat, tapi saya tanyakan ke pihan KUA belum ada..
trimakasih

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)