#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Direktur Pendidikan Madrasah : 4 Tipe Manusia Yang Sering Ada Pada ASN Kemenag

Selasa, 27 Desember 2016
Bula, Di sela kunjungannya di Kabupaten Seram Bagian Timur dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri Kelautan dan Perikanan (MAKN-KP) Bula Air Direktur Pendidikan Madrasah Kementeria Agama RI Prof. Dr. Phil. Nur Kholis Setiawan MA yang didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Maluku Feisal Musaad S.Pd M.Pd beserta para pejabat eselon III Kanwil Kemenag Maluku juga memberikan pembinaan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur pada senin kemarin (26/12) yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag SBT.
Dalam arahannya, Nur Kholis Setiawan menjelaskan empat tipe manusia yang sering kita temukan pada diri ASN Kementerian Agama. Keempat tipe manusia yang beliau kutip dari penjelasan Imam Ghozali tersebut antara lain disebutkan ;
Pertama, Rojulun Yadrii wa huwa yadrii annahu yadri  yakni seseorang yang mengetahui dirinya memiliki potensi dan ia tahu bagaimana mengembangkan potensi tersebut.
Kedua, Rojulun Yadri walaakinnahu Laa Yadrii Annahu Yadrii yakni seorang pegawai yang tidak mengetahui potensi dirinya padahal sebenarnya dia memiliki potensi.
Ketiga, Rojulun Laa yadrii wa lakinnahu Yadrii annahu Laa Yadrii yakni personil yang tidak memiliki potensi tetapi dia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki potensi tersebut, tipe ini bisa diharapkan untuk menemukan potensi dirinya.
Keempat , Rojulun Laa Yadrii wa huwa laa yadrii annahu laa yadrii yakni pegawai yang tidak memiliki skill dan ia tidak mau menyadari akan kekurangannya bahkan celakanya dia juga tidak mau belajar untuk memiliki skill.
Dari empat tipe tersebut, Direktur Pendidikan Madrasah mengharapkan para ASN Kemenag SBT dan seluruh pejabat yang hadir bisa melihat posisi tipe dirinya, sehingga akan ada perubahan dan perbaikan diri yang lebih baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Feisal Musaad S.Pd M.Pd menyatakan bahwa para ASN Kementerian Agama secara keseluruhan harus siap untuk bersaing dan memiliki kompetensi yang memadai, untuk itu mengacu pada arahan Direktur Pendidikan Madrasah sebelumnya hendaknya para ASN terus menumbuhkan semangat belajar dan keingintahuannya untuk bisa melahirkan inovasi baru yang positif dalam profesinya sebagai abdi negara.
"Menyongsong Hari Amal Bhakti yang ke-71 ini sudah waktunya bagi kita untuk terus belajar dan belajar" ujar Kepala Kanwil Kemenag Maluku kelahiran Seram Timur ini. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Direktur Pendidikan Madrasah : 4 Tipe Manusia Yang Sering Ada Pada ASN Kemenag
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/12/direktur-pendidikan-madrasah-4-tipe.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)