#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Direktur Pendidikan Madrasah Meletakkan Batu Pertama Pembangunan MAKN-KP di SBT

Selasa, 27 Desember 2016
Bula, Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil Nur Kholis Setiawan MA yang didampingi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Feisal Musaad S.Pd M.Pd bersama Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas meletakkan batu pertama pembangunan gedung Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri Kelautan dan Perikanan (MAKN-KP)Bula Air Kabupaten Seram Bagian Timur pada Senin kemarin (26/12/2016). Saat tiba dilokasi acara rombongan Direktur Pendidikan Madrasah ini disambut dengan pengalungan selempang tanda tamu kehormatan serta tarian adat masyarakat kabupaten yang bertajuk Ita Wotu Nusa ini. Lokasi pembangunan gedung MAKN-KP Bula Air ini menempati areal tanah yang dihibahkan oleh masyarakat Bula Air seluas 10 hektar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur Drs. H. Umar Rengifuryaan dalam sambutannya menyatakan bahwa keberadaan MAKN-KP merupakan impian masyarakat SBT yang akan segera teruwujud. Dalam kesempatan itu pula Umar Rengifuryaan menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa terima kasihnya atas nama masyarakat SBT atas kunjungan Direktur Pendidikan Madrasah berserta rombongan dari Kanwil Kemenag Maluku.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Feisal Musaad S.Pd M.Pd dalam sambutannya mengajak semua komponen masyarakat SBT untuk bersyukur atas hadirnya MAKN-KP ini. Feisal Musaad menilai bahwa potensi kelautan dan perikanan yang ada di SBT akan bisa diberdayakan  dengan maksimal jika kita memiliki SDM yang mumpuni dan terampil dalam pengelolaannya. Untuk itu kehadiran MAKN-KP yang merupakan Madrasah Aliyah Kejuruan   pertama di Maluku ini diharapkan mampu melahirkan siswa-siswa yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki karakter keagamaan yang kuat
Sesaat setelah sambutan Kakanwil Kemenag Maluku, acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam dan cenderamata tanda terima kasih oleh Direktur Pendidikan Madrasah Prof. Dr. Phil Nur Kholis Setiawan MA  atas nama Kementerian Agama RI kepada Raja Negeri Bula Air Bahrum Tueka yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan gedung MAKN-KP seluas 10 hektar. Penyerahan cenderamata juga dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenag Maluku Feisal Musaad S.Pd M.Pd kepada Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas atas dukungan pihak Pemerintah Daerah SBT atas kehadiran madrasah aliyah kejuruan ini.
Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada pihak Kementerian Agama yang telah mempercayakan pembangunan MAKN-KP ini kepada Kabupaten Seram Bagian Timur.
"Kami tidak pernah berfikir kalau kementerian agama akan melihat potensi laut yang cukup besar di SBT ini sehingga nantinya akan dihadirkan madrasah kejuruan kelautan dan perikanan. Sungguh ini adalah berkah bagi masyarakat SBT. Untuk itu kami sepenuhnya akan mendukung keberadaan madrasah kejuruan ini" ungkap Mukti Keliobas.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati SBT mengharapkan kepada masyarakat SBT khususnya orang tua dan guru para siswa siswi dari tingkat SD sampai SMP atau yang sederajat untuk mempersiapkan anak didiknya supaya kelak bisa berkompetisi mengikuti seleksi penerimaan siswa MAKN-KP ini.
Sementara itu Direktur Pendidikan Madrasah Prof. Dr. Phil Nur Kholis Setiawan MA mengawali sambutannya menyatakan bahwa Allah Ta'ala telah berjanji akan meberikan kemudahan kepada hamba-hambaNYA yang memiliki keinginan mengembangkan dunia pendidikan termasuk didalamnya lewat pendirian madrasah di tengah-tengah masyarakat. Direktur Pendidikan Madrasah yang pernah mengenyam dunia pesantren ini dalam sambutannya mengutip Kitab Fathul Muin yang membahas tentang keutamaan dari para pencari ilmu.
"Kehadiran MAKN-KP ini hendaknya menjadi pemicu bagi anak anak kita untuk semakin bersemangat dalam belajar dan mencari ilmu. Saya mengistilahkan "mencari ilmu" bukan "menuntut ilmu" agar anak anak kita bisa menghasilkan inovasi baru dalam pengembangan ilmu yang dia miliki. itulah pentingnya "mencari ilmu". Potensi laut adalah anugerah dari Allah Ta'ala selanjutnya kitalah yang harus mampu mengelola anugerah tersebut". ungkap sosok bersahaja yang mempunyai hoby dunia kemaritiman dan memancing ini.
Sesaat sebelum prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung MAKN-KP Bula Air, Direktur Pendidikan Madrasah Direktur Pendidikan Madrasah Prof. Dr. Phil Nur Kholis Setiawan MA menyerahkan bantuan kepada madrasah negeri dan swasta yang ada di SBT berupa voucher senilai 5 milyar.
"Bantuan ini masih berupa voucher mengingat anggarannya nanti akan ada di DIPA 2017" ungkapnya.
Selanjutnya prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung MAKN-KP dilakukan oleh Direktur Pendidikan Madrasah Prof. Dr. Phil Nur Kholis Setiawan ,Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas, Wakil Bupati SBT Fahri H. Alkatiri serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Feisal Musaad S.Pd M.Pd secara bergiliran. (mukmin)

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Direktur Pendidikan Madrasah Meletakkan Batu Pertama Pembangunan MAKN-KP di SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/12/direktur-pendidikan-madrasah-meletakkan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)