#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

FKUB SBT LAKSANAKAN TOUR "KERUKUNAN" DARI BULA SAMPAI SIWALALAT

Kamis, 22 Desember 2016
Bula, Menyikapi berbagai persoalan keummatan yang ada di tanah air akhir akhir ini, Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) kabupaten Seram Bagian Timur melaksanakan kegiatan Silaturrahim bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen keagamaan lainnya yang dikemas dalan Tour "Kerukunan" dari Kecamatan Bula sampai Kecamatan Siwalalat. Acara pembukaan sekaligus pelepasan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama SBT ini dibuka langsung oleh Moksen Ohorella M.Si selaku Asisten I mewakili Bupati Seram Bagian Timur pada Selasa (20/12). Dalam sambutan Bupati SBT yang dibacakan oleh Asisten I tersebut dinyatakan bahwa kerukunan ummat beragama merupakan bagian tak terpisahkan dalam ajaran agama itu sendiri. Bahkan Maluku pada umumnya serta SBT khususnya sudah menjadi pilot project dari kerukunan ummat beragama.
"Alhamdulillah, dengan adanya kearifan lokal lewat budaya pela gandong misalnya kita bisa kembali hidup penuh kedamaian. Dan saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada FKUB SBT melalui silaturrahim ini kita kembali satukan komitmen untuk menjaga kerukunan yang sudah lama terjalin ini. Masalah di Jakarta jangan sampai  berbias di daerah kita. Belajarlah dari sejarah yang pernah terjadi" tambahnya.
Pada sesi dialog interaktif pihak FKUB SBT menghadirkan Kapolres SBT yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Saradju Suwakul S.Ag M.Si sebagai pembicara didampingi Ketua FKUB SBT H. A.G Wakanubun serta Kepala Kantor Kementerian Agama SBT yang diwakili Kasubag Tata Usaha Moksen Mahu S.Ag.
Menyinggung masalah yang terjadi di Ibu Kota Jakarta terkait masalah Ahok dan Aksi 212 Bela Al Qur'an beberapa waktu lalu, Kompol Saradju menegaskan di hadapan undangan yang hadir bahwa permasalahan tersebut hendaknya diserahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum dan penyelesaiannya sesuai koridor hukum yang berlaku.
"Kita berada di negara hukum, maka setiap persoalan termasuk apa yang saat ini menjadi headline news di media massa, hendaknya dipercayakan pada proses hukum yang berjalan. Kalau semua pihak bisa menahan diri tanpa memaksakan kehendaknya di luar aturan yang ada, maka kerukunan dengan sendirinya akan terwujud" ungkapnya saat menjawab pertanyaan dari salah seorang tokoh agama mengenai kasus yang terjadi Jakarta.
Senada dengan Wakapolres SBT tersebut, Ketua FKUB SBT H. A.G. Wakanubun menyatakan bahwa keberadaan FKUB SBT adalah sebagai wadah komunikasi antar ummat beragama serta fasilitator terciptanya kerukunan di tengah masyarakat. Sosok yang pernah menjabat sebagai Pejabat Carateker di awal pemekaran Kabupaten Seram Bagian Timur ini mengungkapkan bahwa dirinya pernah terlibat langsung dalam penyelesaian konflik yang pernah terjadi di Maluku satu dekade silam.
"Sebagai orang yang pernah terlibat langsung penyelesaian konflik, saya berharap bahwa bapak/ibu para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta elemen mahasiswa hendaknya menjadi ujung tombak terwujudnya  kerukunan di tengah masyarakat, baik internat umat beragama ataupun antar ummat beragama. Jika ada riak riak kecil yang sangat sensitif seperti upaya provokatif lewat media sosial hendaknya segera dilaporkan kepada pihak berwajib atau kepolisian untuk ditindak lanjuti. Jangan biarkan percikan api kecil menjadi membesar, harus dipadamkan sejak dini. Kita apresiasi pihak kepolisian yang bertindak cepat dalam kasus status provokatif di media sosial beberapa hari lalu yang terjadi di Ambon" ungkap Ketua FKUB SBT.
Dalam kesempatan itu juga Moksen Mahu S.Ag yang mewakili Kepala Kantor Kemenag SBT menyampaikan pandangan singkatnya sambil mengutip semboyan dari TNI bahwa keutuhan NKRI adalah harga mati dan harus terpatri dalam setiap anak negeri yang ada di bumi pertiwi.
"Damai itu indah, Rukun itu Indah dan NKRI sudah menjadi harga mati" ungkapnya yang disambut dengan tepukan meriah oleh semua undangan.
Keesokan harinya Tim Tour "Kerukunan" FKUB Kabupaten Seram Bagian Timur yang dikomandoi oleh Drs. H. AG. Wokanubun melanjutkan sosialisasi Surat Keputusan Bersama 2 Menteri Nomor 9 dan nomor 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama , Pemberdayaan FKUB dan Pendirian Rumah Ibadah di Kecamatan Siwalalat. Setelah melalui perjalanan selama 5 jam dari Bula dengan medan yang sangat menantang namun mengesankan (mengingat jalan yang menghubungkan Bula dan Werinama serta Siwalalat belum diaspal serta banyaknya kali/sungai yang belum dibangun jembatan), akhirnya tim FKUB SBT tiba di Negeri Atiahu dan disambut hangat oleh pejabat yang mewakili Camat Siwalalat Rizal Tuny bersama masyarakat yang ada. Setelah istirahat sejenak. agenda sosialisasi langsung dilaksanakan di ruang pertemuan kantor camat Siwalalat.
Ketua FKUB SBT Drs. H. AG. Wokanubun yang didampingi Ketua Klasis Seram Timur Pendeta Lodik W. Laisila S.Th. memaparkan garis-garis besar dari SK Bersama 2 menteri dihadapan para undangan yang terdiri dari komunitas Islam dan Kristen.
"Lewat sosialisasi ini, kami dari FKUB SBT sebagai wadah komunikasi dan konsultasi permasalahan keummatan mengharapkan masyarakat kita yang majemuk ini bisa makin terdorong untuk menciptakan perdamaian dan kerukunan di Maluku khususnya di Kabupaten SBT ini" ungkap mantan pejabat Bupati SBT diawal pemekaran ini.
Hal senada juga disampaikan oleh pendeta Lodik W. Laisila S. Th. bahwa perbedaan merupakan sebuah kenyataan yang ada dan terjadi dimana saja. "Lewat kearifan lokal yang menjadi budaya sejak nenek moyang kita hendaknya perbedaan itu bisa disatukan dalam kedamaian dan kerukunan " tambah Ketua Klasis GPM Seram Timur ini.
Sementara itu Bendahara FKUB SBT Ibu Zahrah Alhadad S.Sos saat diminta komentarnya tentang kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan dan program FKUB kabupaten akan berjalan dengan baik jika ada dukungan penuh dari berbagai pihak terutama dari Kementerian Agama dan Pemerintah Daerah.
"Semoga proposal yang diajukan oleh FKUB Kabupaten kepada Pemerintah Daerah bisa direspon dengan baik, sehingga Tour "Kerukunan" FKUB ini di masa yang akan datang menjangkau semua wilayah yang ada di SBT" ungkapnya dengan optimis.
Setelah kegiatan sosialisasi selesai ,sore harinya Tim Tour "Kerukunan" FKUB SBT bertolak kembali ke Bula. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: FKUB SBT LAKSANAKAN TOUR "KERUKUNAN" DARI BULA SAMPAI SIWALALAT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/12/fkub-sbt-laksanakan-tour-kerukunan-dari.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)