#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

11 ASN Kemenag SBT Mendapat Anugerah Satya Lencana Karya Satya Dari Presiden RI Pada HAB Ke-71

Selasa, 03 Januari 2017
Bula, Setelah pada H-1 kemarin melaksanakan bhakti sosial dan jalan santai bersama, hari ini Selasa (3/1/2017) jajaran ASN (Aparatur Sipil Negara) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur melaksanakan upacara peringatanHari Amal Bhakti Kementerian Agama RI yang ke-71. Upacara yang berlangsung di halaman kantor Kemenag SBT ini diikuti juga oleh seluruh kepala madrasah dari tingkat Ibtidaiyah sampai Aliyah serta para Kepala Kantor Urusan Agama yang ada di kabupaten bertajuk bumi Ita Wotu Nusa ini.
Bertindak selaku inspektur upacara adalah Asisten I Pemerintah Daerah SBT Drs. Mochsen Ohorella M.Sc. yang mewakili Bupati Seram Bagian Timur dengan komandan upacara Kepala Penyelenggara Bimas Hindu Herwanto S.Sos.H. dan pengibar bendera bendera merah putih serta paduan suara dari para siswa Madrasah Aliyah Negeri Bula.
Melalui amanatnya yang dibacakan oleh Asisten I Drs. Mochsen Ohorella M.Sc. pada upacara HAB kali ini,Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin berharap kepada jajaran ASN Kementerian Agama melalui momen peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama RI yang ke-71 semakin memperkuat komitmennya terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama. Menteri Agama juga mengajak seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama. ASN Kemenag harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Begitu ju di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, para ASN Kemenag juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan.

Dalam amanahnya, Menteri Agama juga menyampaikan berbagai prestasi yang telah diraih oleh jajaran kementerian Agama hendak dipertahankan bahkan harus ditingkatkan diantaranya penghargaan dari Presiden RI sebagai Penyedia Layanan BLU dengan Akses Terjangkau, dan penghargaan dari Kementerian Keuangan sebagai kementerian dengan kontribusi PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) terbesar dalam APBN serta penghargaan lainnya.

Padaupacara peringatan HAB Kemenag RI ke-71 ini dibacakan juga Surat Keputusan Presiden RI tentang penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada 11 ASN Kantor Kementerian Agama SBT yang telah mendedikasikan dirinya sebagai abdi negara selama 20 dan 10 tahun. Para ASN penerima anugerah Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya adalah ;

- KategoriSatya Lencana Karya Satya 20 tahun

1. Drs. H. Umar Rengifuryaan
2. Dra. Sito Mutiah Khow M.Sc.
3. Drs. Madjis Mudjid
4. Nurhaidah Tianotak S.Ag
5. Muhamad Yusuf Kelsaba
6. Saad Malik Buano S.PdI

- KategoriSatya Lencana Karya Satya 10 tahun
1. Nurwahidah S.Ag.
2. Safrudin S. Pd.
3. Muhammad Rumakat S.Pd.I
4. Moksen Mahu S.Ag.
5. Basri Rumatiga S.Ag.

Penyerahan piagam dan penyematan lencana Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada11 ASN tersebut dilakukan langsung oleh Asisten I Drs. Mochsen Ohorella M.Sc.

Sesaat setelah upacara selesai, acara dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Musholla Al Ikhlas yang berlokasi di samping Kantor Kemenag SBT. Prosesi peletakan batu pertama musholla ini dilakukan oleh Asisten I dan Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Umar Rengifuryaan serta para pejabat eselon IV secara bergiliran. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 11 ASN Kemenag SBT Mendapat Anugerah Satya Lencana Karya Satya Dari Presiden RI Pada HAB Ke-71
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/01/11-asn-kemenag-sbt-mendapat-anugerah.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)