#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

SAMBUT LIBUR SEMESTER, MAN BULA GELAR PEKAN OLAH RAGA DAN SENI

Senin, 19 Desember 2016
Bula, "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain" (As Syarh :7), Itulah perintah Allah yang termuat dalam Surah As Syarh ayat 7. Hal ini yang menjadi pemicu para Guru dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bula  Kabupaten Seram Bagian Timur untuk terus melakukan berbagai aktivitas khususnya di bidang pendidikan. Setelah tenaga dan pikiran para siswa siswi MAN Bula terfokus pada Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2016/2017 yang berlangsung selama sepuluh hari, kini mereka kembali beralih kepada kegiatan ekstra berupa Pekan Olah Raga Dan Seni (PORSENI) antar siswa.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala MAN Bula Drs. Djen Rumatumia pada Senin (19/12) ini mempertandingkan beberapa mata lomba diantaranya Gawang Mini, Pidato, Keindahan Kelas, Qoshidah dan beberapa mata lomba lainnya. Dalam sambutannya Kepala MAN Bula mengharapkan kegiatan ekstra ini hendaknya dijadikan ajang unjuk prestasi dan media untuk menggali potensi diri selain prestasi akademik di dalam kelas.
"Banyak orang yang sukses tidak hanya dalam bidang akademik saja, bahkan ada yang sukses meniti karirnya di dunia olah raga, dakwah dan lain sebagainya. Untuk itu galilah potensi kalian sesuai bakat masing-masing. Tapi ingat kegiatan ekstra ini hanya sebagai penunjang. Fokus utama para siswa tetaplah kepada pelajaran." ujar Djen Rumatumia di hadapan siswa-siswinya.
Sesaat setelah acara pembukaan, panitia PORSENI MAN Bula yang terdiri dari para pengurus OSIS langsung memperlombakan pertandingan gawang mini antara siswa kelas XI IPS 1 melawan kelas XII IPS 2.
"Kami sangat gembira sekali dengan kegiatan PORSENI ini setelah sepekan sebelumnya kami konsentrasi dengan pelajaran. Hanya sayangnya saya pribadi masih harus remedial karena ada beberapa mata pelajaran yang nilainya rendah " ujar salah seorang siswi yang tidak mau disebutkan namanya dengan penuh senyum tersipu malu. (nopet/mukmin)



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: SAMBUT LIBUR SEMESTER, MAN BULA GELAR PEKAN OLAH RAGA DAN SENI
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/12/sambut-libur-semester-man-bula-gelar.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)