#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Berita Duka, Abu Bakar Rumalas S.HI ASN Kemenag SBT Berpulang Setelah Menjadi Imam Tarawih

Kamis, 01 Juni 2017
Bula, Innalillahi Wa Innaa Ilaihi Raji'un, telah berpulang ke rahmatullah saudara Abu Bakar Rumalas S.HI salah seorang ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur  pada Selasa malam jam 23.15 WIT (30/5/2017) sesaat setelah menjadi imam sholat Tarawih malam ke-5 bulan Ramadhan di salah satu masjid sekitar Pelabuhan Tulehu . Dalam waktu singkat berita duka ini tersebar kepada seluruh ASN Kemenag SBT melalui media sosial.
Sosok Pak Abu (panggilan akrab almarhum Abu Bakar Rumalas S.HI) sangat familiar di tengah-tengah masyarakat Tulehu khususnya diantara para pekerja/buruh di Pelabuhan Tulehu karena kesahajaannya serta keaktifannya dalam kegiatan keagamaan di masyarakat. Tak heran jika meninggalnya pak Abu mengagetkan mereka.
Menurut Ibu Rumasukun, isteri almarhum yang dihubungi via telpon menuturkan, sesaat setelah bertugas menjadi imam sholat Tarawih di masjid yang dekat dengan kediamannya, suaminya mengeluhkan pusing dan ingin istirahat. Namun saat dibangunkan ternyata Pak Abu tidak merespon dan tidak bergerak. Setelah dicek oleh seorang petugas kesehatan, Pak Abu dinyatakan telah meninggal dunia.
Pak Abu telah mengabdikan dirinya di Kementerian Agama dengan masa kerja selama 12 tahun. Pria kelahiran Suru Seram Timur (sekarang menjadi Kecamatan Lian Vitu) ini mengawali pengabdiannya di Kementerian Agama sebagai tenaga honorer pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Bula sejak tahun 2004. Dan secara resmi diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2014 dimana namanya tercantum pada Kategori 2 (K2). Penempatan tugas almarhum sesuai SK CPNS yang diterimanya adalah tenaga administrasi KUA Kecamatan Werinama. Selanjutnya dipindahtugaskan dengan jabatan fungsional umum sebagai pembimbing masyarakat Islam di Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag SBT.
Almarhum Abu Bakar Rumalas mengenyam pendidikan sekolah dasarnya di SD Kwamor Seram Timur kemudian MTs Negeri Geser pada tahun 1986 serta Madrasah Aliyah Ternate pada tahun 1988. Almarhum juga menyelesaikan program sarjananya  di STAIN (sekarang IAIN) Ambon Fakultas Syariah pada 2002.
"Kami seluruh keluarga besar Kantor Kemenag SBT menyampaikan rasa duka kami untuk keluarga almarhum dengan mengutus Kepala Seksi Bimas Islam Saudara Muran Sukunwatan S.HI untuk bisa hadir di acara pemakaman nanti. Semoga segala kebaikan dari almarhum di terima oleh Allah Ta'ala apalagi saat ini kita berada di Bulan Suci Ramadhan dan almarhum meninggal dunia setelah menjadi imam sholat tarawih. Insya Allah husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan ketabahan" ujar Kepala Kemenag SBT Drs. H. Umar Rengifuryaan sesaat setelah mendapat berita duka tersebut.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan 8 orang anak serta 3 cucu yang semuanya berdomisili di Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Berita Duka, Abu Bakar Rumalas S.HI ASN Kemenag SBT Berpulang Setelah Menjadi Imam Tarawih
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/09/berita-duka-abu-bakar-rumalas-shi-asn.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)