#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

87 Kloter Sudah Kembali ke Indonesia

Selasa, 12 September 2017
Jeddah (Kemenag) --- Fase pemulangan jemaah haji Indonesia sudah memasuki hari keenam. Data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Daker Bandara merilis bahwa sampai Senin (11/09) petang, total sudah ada 87 kloter yang diterbangkan ke Tanah Air.
Total ada 34.786 jemaah dan 435 petugas kloter yang sudah kembali ke Indonesia. Sementara berdasarkan jadwal pemulangan yang dirilis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, sebanyak 15 kloter akan kembali diberangkatkan pada heri ketujuh pemulangan, Selasa, 12 September 2017, dengan total jemaah 6.261 jemaah.
Ke-15 kloter ini berasal dari 8 Embarkasi, yaitu: tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 18- 20), tiga kloter dari Embarkasi Solo (SOC 19 – 21), dua kloter dari Embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 19 – 20), dua kloter dari Embarkasi Makassar (UPG 08 – 09), dua kloter dari Embarkasi Padang (PDG 05 – 06), serta masing-masing satu kloter dari Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 13), Batam (BTH 05), dan Balikpapan (BPN 04).
Selain ke Jeddah, hari Selasa ini Daker Makkah juga mulai memberangkatkan jemaah haji gelombang kedua menuju Madinah. “Per tanggal 12 September, ada 16 kloter yang akan diberangkatkan ke Madinah,” terang Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam di  Makkah, Senin (11/09) lalu.
Ke-16 kloter tersebut adalah tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB 44 - 46), empat kloter Embarkasi Solo (SOC 48 - 51), empat kloter Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS 48 - 51), masing-masing satu kloter dari Embarkasi Batam (BTH 14), Embarkasi Palembang (PLM 09), Jakarta - Pondok Gede (JKG 30), Embarkasi Padang (PDG 14), dan Embarkasi Lombok (LOP 01).
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 87 Kloter Sudah Kembali ke Indonesia
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/09/87-kloter-sudah-kembali-ke-indonesia.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)